Entri Populer

Minggu, 01 Februari 2015

K I S A H #1

"wow", pekiknya. dengan sejuta kekaguman yang bisa dirasakannya, ia membelakakkan sepasang mata cokelatnya. Ara yang siang itu, lagi (lagi) dan lagi seorang sendiri, namun si putih, kendaraannya yang masih sangat setia menemani kemana pun ia mau. berada ditempat yang sederhana, tidak banyak orang yang singgah tapi sangat nyaman dan indah, akan menjadi tempat kesukaannya. berbabalut rerumputan hijau, ilalang putih yang terus melambai mesra karena udara yang usil, mentari terik yang setia menyapa, cukup untuk membuat Ara terbuai akan kesederhanaan tempat itu dengan kenyamanan yang diberikan pohon yang tidak cukup besar namun rindang. Ara menyandarkan tubuhnya ke batang pohon tersebut dan meminta perlindungan dari teriknya sang Raja disiang itu. merasakan udara yang membelai kerudung merahnya saat itu, menjadikan matanya terpejam dan melepaskan semua bebannya. memang saat seperti itu yang selalu menjadi andalannya ketika ia penat dengan masalah kehidupan. masalah yang sering ia ciptakan sendiri dengan sang detik, mungkin. tapi saat ini, ia hanya ingin melupakan semua itu, hanya ingin merasakan belaian alam yang bisa ia rasakan kapan pun ia mau. 
SREK. terdengar suara gesekan diantara dedaunan yang jatuh karena mengering. seketika ia menolehkan sumber suara tersebut. Ara terkejut bukan kepalang. dengan sigap, ia langsung memasang kuda-kuda dan mengepalkan tanganya seperti ingin meninju. "mau apa kamu?", tanya Ara memberanikan diri untuk bertanya kepada orang tersebut. seorang laki-laki yang berbadan tidak terlalu tinggi dari dirinya, mengenakan jaket merah yang serasi dengan topinya. mengingat badannya tidak terlalu tinggi jadi Ara bisa lebih mudah untuk melayangkan tinjunya jika laki-laki tersebut bertindak macam-macam. 

"tenang. aku tidak berniat jahat, kriminal, atau sebagainya. aku ke sini hanya ingin singgah sebentar. sebab saat dalam perjalanan tadi, kepala saya terasa agak sakit sedikit. boleh tidak, aku beristirahat disini sebentar?", jelas laki-laki tersebut.

Ara menangguk tanda setuju. 
dan dengan hitungan detik, laki-laki tersebut sudah terlelap dengan mata terpejam dan sedikit agak mengenyirtkan tanda ia merasakan sakit dikepalanya. angin yang ramah turut membelai tubuh laki-laki tersebut. Ara mash tak lepas dari memandang laki-laki tersebut. pertanyaan konyol mulai bergelut didalam benaknya, kenapa dia memakai jaket dan topi dengan warna yang sama dengan kerudung aku?. kenapa dia bisa tahu tempat ini?. apa dia sudah sering ke sini?. kenapa dia berpenampilan sederhana, tidak seperti laki-laki pada umumnya?. kelihatannya dia orang baik-baik yahh?. tiba-tiba, laki-laki tersebut menggerakkan tanganynya, dan menyadarkan lamunan serta pandagan Ara ke laki-laki tersebut. seketika, laki-laki tersebut membuka kedua matanya perlahan agar tidak terlalu silau karena sinar sang Raja. dan sesekali ia memegang kepalanya, hanya memastikan bahwa kepalanya baik-baik saja. 

Ara yang sedang memegang telepon selulernya, seperti ia sedang membaca pesan singkat yang diterimanya, sejak ia tahu laki-laki tersebut akan membuka matanya, sambil terus menatap layar telepon selulernya, pikiran Ara berkecamuk. ingin ia segera beranjak dan berlari meninggalkan laki-laki tersebut atau berteriak seketika jika laki-laki tersebut menyakitinya atau Ara akan dikira tidak bertanggungawab karena meninggalkan orang yang sedang memerlukan bantuan. maka DIAM adalah senjata yang paling ampuh.

"maaf. perkenalkan, aku Azar. nama kamu siapa wahai wanita cantik berkerudung merah?", tanya laki-laki tersebut.

mata Ara langsung terbelakak dan menatap tajam dalam-dalam ke mata laki-laki tersebut. berusaha menegaskan atas perkataan laki-laki tersebut. seraya tersenyum, laki-laki tersebut mengulurkan tangannya "siapa nama mu?". 

"Ara", jawabnya singkat.
"kenapa wanita secantik kamu bisa berada ditempat seperti ini?'
"sudah. jangan berani berani mencoba merayu!. berbicara sewajarnya!"
"oups. maaf. maaf jika aku kurang sopan dengan kamu beranggapan aku merayu mu. tapi aku sama sekali tidak ingin merayu kamu, aku berbicara apa adanya. kamu sangat cantik dengan berbalut kerudung merah yang kamu kenakan, Ara".

Ara diam dan tertegun. selama hidupnya ia mengenakan hijab, belum ada seorang yang mengatakan bahwa ia berparas cantik. karena dirinya pun menganggap biasa-biasa saja. apa yang diiinginkan laki-laki yang bernama Azar itu. mengapa ia langsung berani mengatakan bahwa dirinya cantik, padahal ia baru saja mengenalnya. kenapa ia harus bertemu dengannya. seketika, lambaian tangan Azar membuyarkan lamunannya "hei. kok melamun?. tidak perlu terpesona karena ketampanan ku yaa. hahaha".

"apa?. terpesona dengan ketampanan mu?. rasa percaya diri mu besar sekali ya!. aku bukannya terpesona karena ketampanan mu, tapi karena kotoran yang ada dimata mu sangat mengganggu muka lelah mu. hahaha", tawa Ara memecah keadaan. Azar tersenyum. melihat wanita secantik Ara tertawa lebar dengan lepas, menjadikan wanita yang tidak pada umumnya dan hal tersebut mulai menarik perhatian Azar untuk ingin mengenal Ara lebih dekat. 

"jam berapa sekarang?", tanya Ara memecah keheningan.

"jam tiga kurang sepuluh menit", jawab Azar.

"sial!. detiknya selalu kejam. kamu sudah agak baikan kan?. kalau tidak keberatan, aku pergi duluan. ada urusan", jelas Ara.

"iyah, Ara. terimakasih ya sudah mengizinkan aku beristirahat sebentar ditempat ini. kamu pergi saja. semoga kita bisa berjumpa lagi disini"

"kita? bertemu lagi? apakah mungkin? bagaimana bisa?"

"ini", sambil menyodorkan kartu nama.

"oke. sampai bertemu lagi, zar", sambil Ara melambaikan tangannya.

Azar menatap Ara yang membelakangi dirinya. sampai Ara pergi dengan si putih, Azar masih memandanginya. Ara, wanita berparas cantik namun apa adanya, membuat Azar semakin ingin mengetahui seluk beluk wanita misterius yang baru dikenalnya beberapa menit yang lalu. dengan hati yang bertanya-tanya, kenapa Tuhan bisa mengirimkan bidadari secantik Ara, ia melanjutkan perjalanannya. 

#tobecontinued

Kamis, 20 Maret 2014

..a place

kembali menatap jam dinding yang detiknya tak pernah berhenti, kecuali daya beterainya yang sudah habis. ya, Ara kerap sekali mempertajamkan matanya, memaksa pikirannya untuk merencakan atau mengulang memori diotaknya. untuk waktu, Ara memang tak pernah sependapat. tak ada seorang pun yang bisa memahaminya. jika pun bisa memahami, tak pernah ia memberikan janji-janjinya. yang bisa dilakukan ialah hanya mengikuti permainan-permainannya disetiap detik yang ia hembuskan. masih saja mempertajam matanya, ditambah dengan mengernyitkan dahi. belum ada peristiwa yang ingin dibangunnya. batin pun bergejolak. tentu saja Ara tak dapat membiarkan hal ini. semakin mempertajam matanya, diselingi dengan helaan nafasnya, sehingga Ara dapat mendengar bisikan detiknya. "sial!" satu kata terlontar dari bibir mungilnya pertanda jiwa yang ikut memberontak. sudah dua puluh menit yang terhitumg, Ara hanya berdiam diri. bertambah lima belas detik untuk mengukir peristiwa demi peristiwa dimemori otaknya untuk segera bergegas. "oke. siap!". dua kata yang akan membawanya ke dalam peristiwa yang akan Ara ciptakan. 

selayaknya gadis seumurannya, Ara mempersiapkan diri untuk senja hari ini. berbalut kaos oblong berwarna hijau bermotif garis-garis yang menutupi semua lengannya, Ara serasikan dengan kerudung hijau tua polos dan tak lupa jeans hitam yang membuat Ara berkata "nice" kepada pantulannya dicermin. ketika semuanya sudah pantas dikatakan "perfect", Ara segera bergegas. melangkahkan kakinya bersama senandung klakson-klakson kendaraan maupun berlomba-lomba menghirup asap knalpot yang sudah menjadi makanan sehari para pengguna jalan. tidak heran, memang. jika ibukota yang memiliki banyak gedung-gedung tinggi sebagai pusat perkantoran, hotel maupun apartemen. pusat-pusat perbelanjaan yang kian memanjakan para hedonis. sampai "mart" yang kian bersanding dan mudah ditemukan bak kacang rebus. sering kali Ara mendongakan kepalanya ketika melihat gedung tinggi. norak? bukan. ironis! untuk ibukota sebagai pusatnya sebuah negara kian hari kian memprihatinkan. orang-orangnya tidak sepertu dulu. tanahnya tidak seperti dulu. alamnya tidak seperti dulu. romantismenya pun tidak seperti dulu. itu pun Ara mengetahuinya dari cerita orang dulu. 

ketika Ara teringat akan cerita orang dulu, ia hanya bisa tersenyum meringis. terlebih ironis untuk batin yang kian memberontak ketika Ara hanya bisa melontarkan kalimat-kalimat kekesalannya pada kondisi si ibukota sekarang ini tanpa bisa melakukannya. untuk meredamnya, tentu saja Ara meragkai seuntai do'a pertanda banyak sekali harapan untuk ibukota kesayangannya. masih dalam melangkahkan kakinya, terbesit dalam benak Ara untuk mengorek sebuah tempat yang tak biasa seperti biasanya ditengah kebisingan mesin-mesin industri. kembali menatap lukisan biru-Mu berbalut kapas sebagai luapan imajinasi. tatkala Ara mendapatkan senyum sumringah dari alam-Mu. memulai, merasakan, menari bersama ilusi yang diciptakannya sendiri. hamparan kehijauan dapat berkaca pada bulir-bulir embun yang dimilikinya. berbatas trotoar berkawan lampu jalan yang masih padam, meyakinkan Ara untuk melangkah menjauh dari aspal jalanan. berjalanan pada pematang yang dimilikinya, melirik kantong-kantong bening melambai, memeluk erat kembali udara, sampai pada rentangan kedua tangan mungilnya dengan mendongak kepala mengikuti mata yang terpejam dan sebuah kata terucap dalam hati "ini imaji nyata. seandainya.............................................."  

21 Maret 2014
01:18

Kamis, 30 Januari 2014

#myautumn

..dan seperti biasanya, Ara begitu ia dipanggil, sedang memilah-milah kaos yang akan dikenakan untuk sore ini. yang hitam? ungu? hijau? atau biru tosca? gak lupa ia melirik ke arah jam weker berbentuk kotak yang ia letakkan di atas box pakaiannya berwarna hjiau. masih memilah-milah dan ia harus segera memutuskan karena waktu terus berjalan tanpa peduli kepada siapa pun. kaos hitam pendek dengan kemeja kotak-kotak ungu sebagai pelapis luarnya. celana jeans hitam, serta kerudung ungu tidak lupa ia kenakan untuk menselaraskan penampilannya. dengan make up sekedarnya dan parfume yang menambah ciri khas aroma tubuhnya. cepat namun pasti. dengan bantuan cermin, ia memastikan keselarasan penampilannya. dengan berpamit kepada kedua orang tuanya, ia menuju ke pintu pagar dan mengeluarkan si putih. si putih ia sebutkan untuk sebuah motor berwarna putih pemberian sang ayah. dengan beralas kaki sendal gunung, ia langsung melajukannya.
tak seperti biasanya, kali ini langit mu tersenyum mesra. bersama awan dengan putihnya, cahaya bening tak lupa mengintip disela-selanya. tak terasa, ia tersenyum kecil seakan membalas langit yang sudah memberikan senyumannya. udara sejuk pun merayu, mengisyaratkan ia untuk berhenti ke suatu tempat. tempat dimana ia bisa meluapkan segala rasa, ekspresi, cerita, hingga kisah. sedikit menaikkan kecepatan lajunya dengan pasti karena ia ingin cepat berada di sana.
yupz.. hitungan waktu empat puluh tujuh menit lewat sebelas detik. segera ia mendirikan si putih disamping pohon setengah besar nan kokoh yang sudah lahir sejak ia waktu dulu. yaa! waktu dulu! seperti biasa, langsung saja ia menyandarkan dirinya di sebuah kursi besi panjang putih tepat menyerong dari arah pohon tadi tersebut. memejamkan mata sejenak. menyambut alam dengan belaian udaranya, mendengarkan gesekan-gesekan dedaunan yang dibuatnya menari, dan cahaya jingga yang menyorot sebelah mukanya. srek! daun cokelat jatuh tepat di atas dahinya, membuyarkan komunikasinya dengan alam. "autumn is comes" begitu ucapnya. kemudian ia berdiri, berpijak pada kehijauan rumput, memandang barat untuk sang mentari pergi, membentangkan kedua tangan, menatap tajam-tajam kepada jingga, hingga ia mengerti tanpa mata membuka.
dan lagi. kembali menyambut alam mu
bersama jingga untuk senja
hingga sang raja berpulang
terpeluk udara yang membelai
untuk seru deru nyanyian yang tercipta
dendang kan lagu riang
hingga terbesit senyuman mesra mu, kelak
akan setia, pada musim gugur mu..

31 Februari 2014
02:13

Sabtu, 25 Januari 2014

#celoteh

Intropeksi

cahaya lampu-lampu kota masih kokoh menerangi tempat persinggahan
irama klakson-klakson kendaraan mengiringi setiap langkah
udara pun sangat setia pada jiwa
yang terlampau dalam imajinasi
hingga bungkam
mamandang wajah dalam cermin retak
01:28 110513

Kenangan

ku dapati bisikan daun yang menyatu dalam sunyi
belaiannya masih bisa ku rasakan
tergores rintik bersama cahaya putih
di bawahnya aku tidak dapat merasa
dan aku ingin
suatu hari ia pasti akan menyapa
01:22 080513

Pak Tua

kau tidak mengeluh, meski tak beralas kaki
kau tidak mengeluh
meski harus terbakar matahari
dan kau pun tidak menyeka keringat yang membendung
namun terdengar isu yang tersibak
diantara udara yang usil
tentang rintihan
tentang jeritan
dan mengaduh
itu kau!
yang bersendagurau pada dinding bilik bambu
yang tersenyum pada atap alang-alang
23:42 130513

Celoteh #1

dan kembali pada dewi malam
yang merangkul sang raja
pada lembah kenistaan ku berada dalam selimut rindu
sementara lupa untuk pelangi mu
22:17 130513

Celoteh #2

cerah yang kau miliki
tak dapat membendung segala kekhawatiran
apakah langit masih dengan birunya
awan setia pada putihnya
serta jingga dalam senja
kau dalam seru deru nyanyian alam
peluklah jiwa yang sepi
13:35 110513

Celoteh #3

itukah cara hujan
untuk mewakili setiap kesedihan
entah kapan terakhir waktu
mendapatkan kebahagiaan ditengah deras mu
agar kau tahu (mungkin)
#inmyimagine
00:47 110513

Celoteh #4

pelangiku sudah lama
mendusta
sering kali rintik mengibaskan
dibenak ku tanpa lembayung
atau pun kau
060513

P.E.K.A

kata orang pelangi memiliki tujuh warna yang indah
jika satu warna tidak ada di dalamnya
apakah masih bisa dikatakan
bila itu adalah sebuah pelangi
mungkin jika orang itu memang egois
dan mengatakan bahwa itu adalah pelangi
dan aku tidak mengatakan itu
jika pelangi
kehilangan satu warna sekali pun
01:36 150513

Menatap

tik tok arloji
meruap, memecah sepi
masih saja kepada waktu
yang menentukan dan mensiasati
dalam setiap ilusi
berimaji dengan sesuka hati
entah...
apa aku terlalu banyak berharap
atau mimpi-mimpi yang ku buat sendiri
agar bisa menatap cakrawala
di senja di atas bukit
menikmati belaian di setiap peluh
sampai mata tertutup
dan waktu mu menjawab ku

Aku BERHARAP

pada sebuah kepercayaan
aku berharap
pada sebuah kerinduan
aku berharap
pada sebuah keharmonisan
aku berharap
pada sebuah pertengkaran
aku berharap
pada sebuah cinta kasih
aku berharap
N A M U N
pada sebuah masa depan
kita berharap

Menunggu

lajunya seperti biasa
yaa empat puluh kilometer per jam
dari rumah menuju tempat tujuan
ku berpikir
aku akan singgah dulu
menghabiskan sebatang rokok
sambil menunggu kabar dari mu
entah...
apa yang diinginkan langit
yang selalu meratap sepi sedih
yaa.. mungkin saja memang sedang waktunya
menunggu
sampai hujan reda
15:18 180114

FokuS

1 2 3 4 5 6 7 8 ...
akh ! aku lupa!
selanjutnya?
4 5 6 7 8 9 10 11 ...
berhenti! aku lupa!
selanjutnya?
... ... .... .... .... .... ... ... .... .... .... .... ....
kok malah tak ada angka?
kosong?
tidak!
nol?
tidak!
lalu?
buyar! fokus!
argh!
diam!
15:47 190114

Ocehan

tik
tik tik
tik tik tik
tik tik tik tik
tik tik tik tik tik
tik tik tik tik tik tik
tik tik tik tik tik tik tik
tik tik tik tik tik tik tik tik
tik tik tik tik tik tik tik tik tik
tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik
tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik
pelan pak
pelan pelan bu
pelan mas
pelan pelan mbak
woy! pean pelan, anjing!
genangan airnya nyiprat, setan alas!
bangke! brengsek! bangsat! basah!
15:51 190114

Senin, 03 Desember 2012

coret-coret

dan ketika  seorang anak manusia dilahirkan maka ia pun akan membuka mata untuk melihat indahnya dunia. akan mendengar denting waktu yang tidak setiap detiknya selalu memeberikan kebahagiaannya. akan menghirup setiap oksigen yang kita tidak pernah tahu berapa harga disetiap hirupnya. akan melukis setiap keinginan serta harapan diatas kertas putih dengan pena menari di atasnya. akan mencintai dan menyayangi orang disekelilingnya. detik pun akan mengatur semua. dari bayi, anak-anak, remaja hingga beranjak dewasa. seringkali terjebak dalam kedewasaan. entahlah. problematika setiap detikya mengantarkan kepada kebimbangan. tidak pernah aku berfikir tentang duri kepada mawar. banyak beranggapan jika duri terlalu tajam untuk jari yang menyapanya. tetapi duri setia kepada mawar, karena duri ingin melindungi mawar dari jari jemari yang suka membelainya. tidakkah setiap wanita ingin seperti mereka. saling menjaga dan mengucap janji hingga tutup usia. entahlah. sebagian dari probelamtika yang ada hanyalah kepada soal masa lalu dan pencarian arti cinta yang sesungguhnya. terlalu lemah seorang anak manusia jika merujuk pada perasaan dan hati yang bermuara pada cinta. cari atau search lalu berfikir tentang arti kata tersebut. aku sudah tidak mau tahu, peduli atau apa pun itu.

Jumat, 30 November 2012

R A I N

sudah selesaikah hujan tadi ?. akh. aku terlalu benci dengan ia. selalu tidak tepat janji dengan pelangi. tak pernah ku lihat pelangi setelah ia pergi. tak pernah ku lihat warna-warnanya yang kata orang-orang ada tujuh warna. hanya saja ketiga warna yang sering dibicarakan. belaian angin pada daun tua mengusik rantingnya. kabarnya pun ku dapat darinya. entah kapan aku dapat mendengar hujan tepat akan janjinya. janji ketika ia pergi akan ada pelangi setelahnya. sudah semenjak aku masih berseragamkan putih merah sampai aku tak kanak-kanak lagi, masih tetap menanti kedatangannya. dapat ku ceritakan sebelum hujan menyapa tanah. ini memang sudah skenario yang memiliki alam semesta. ketika itu siang dikala malam. siang setelah sang raja menyinari setiap permukaan alam. dengan diiringi awan putih bak kapas putih menghiasi langitnya. biru dan sumringah. bening air yang bersemayam di setiap cekungan, kadang tidak tahan dengan sang raja. uapnya menari ke atas hingga membentuk awan. awan pun mudah goyah ketika angin sudah mulai membelai. tak dapat dibendungnya uap air hingga hujan pun terlahir darinya. ketika hujan berlari ke bumi, tak mampu kita menghitung dengan rumus matematika, fisika atau rumus a.einstein sekalipun mengenai jumlah tetes air yang sampai ke bumi. entah ia tahu atau tidak, jika setiap tetesan air yang bersamanya, membawa malaikat. sungguh jumlah yang tidak sedikit. seharusnya para manusia bersyukur ketika hujan masih mau menyapa. jika hujan sudah enggan maka tak ada tanah yang basah karenanya. yang ada membentuk retakan-retakan tanda kekeringan. manusia hanya bisa menyalahkan alam. tanpa melihat manfaat yang diberikan. yaa walaupun terkadang mengucap "syukur". setelah ia mulai pergi, aku selalu dan selalu berharap pelangi mengintip dibias cahaya itu. tapi belakangan ini ia enggan dengan eksistensinya. yaa mungkin hanya bisa bersabar untuk hal itu. sudah rindu rasanya ingin menyaksikan kembali aksinya. walaupun hanya seperkian second dari waktu yang biasanya seenak perutnya. tidak pernah mengerti akan suasana nikmat. masih seperti dulu kok. di atas tanah bumi pertiwi, di samping bunga bunga cempaka, di belakan pohon cemara dengan daun tuanya, dan di depan cahaya cakrawala untuk menikmati sedikit bias cahaya mu.

Jumat, 02 Desember 2011

-Sang Penyair

sebuah novel karya seorang sastrawan Perancis dan disadur oleh Mustafa Lutfi Al-Manfaluthi. mengkisahkan tentang seorang pemuda yang bernama Sreno kepada seorang gadis cantik -Rokisan. namun cintanya bertepuk sebelah tangan !!.

..cinta sejati dan abadi tidak akan hilang namun bersembunyi dalam hatii...

-----
Jiwaku menjadi pakaian tubuhmu.
Aku berada di sela-sela bilik jiwamu, dan bersembunyi di lubuk hatimu
Engkau akan menjadi segalanya bagi dia,
sedang aku sirna, tidak ada sama sekali.
Dia akan senantiasa bahagia, bila di sisinya berdiri manusia sempurna.
Engkau akan menjadi manusia idaman baginya.
Kita tidak sedang berusaha tuk menipunya,
karena yang kita lakukan adalah untuk kebahagiaannya.
-----
Dia akan mendengar suara kalbuku yang terucap dari mulutmu,
Merasakan jiwa dan ruhku dari tubuhmu,
Meminum perasaan sukmaku dari gelasmu,
Menyanyikan irama laguku dari kenyaringan suaramu.
-----
Jadilah engkau lidah dan aku pikirannya
Engkau tubuh dan aku ruh
Engkau keelokan dan aku akal
Engkau bunga dan aku keharumannya
Engkau mata dan aku cahaya yang memancar
Engkau hati, dan aku cinta yang terpendam di dalamnya
----
Rintihan dan jeritanku ini, seperti seekor burung yang terbang di angkasa, dan aku telah menemukan tempat hinggap, yaitu di atas tanganmu.

-(Kata-kata ini di ucapkan oleh Sreno kepada rival cintanya, yaitu Christian. 'Dia' yang dimaksud di atas adalah wanita yang dicintainya, Rokisan)-
-----
Aku akan bahagia karena aku adalah Sang Penyair.
Seorang penyair bersandiwara dengan fitrahnya.
Ia akan menikmati pakaian yang bukan pakaiannya,
Menampakkan perasaan jiwa yang bukan kata hatinya
Ia berperan sebagai orang gila, padahal ia orang yang cerdas.
Berperan sebagai pemberani, padahal ia pengecut.
Berperan bahagia, padahal ia... menderita.
Ia juga bisa berperan sebagai pecinta,
yang menekan getaran cinta di hatinya untuk kebahagiaan orang lain.

-(Kata-kata ini juga diucapkan oleh Sreno kepada Christian saat Christian menanyakan kepadanya mengapa ia begitu baik, mau membantu cintanya terhadap Rokisan)-

Jumat, 18 November 2011

Love Hurts

...
You told me that you loved me
why did you leave me to cry in the cold
you swore this time was different
why does that line seem so old
You told me I was the only one
who could make you feel that way
you told me that you cared about me
so why didnt you stay
All the nights you laid with me
alone in the dark in my bed
now I finally realize
you were just messing with my head
Love is such a powerful word
a word people often misuse
something they take for granted
something they beat and abuse
My wounds run deep inside me
there’s blood all over the place
I think I’ve really lost it this time
Im ashamed to show my face
-mindFREAK-

Chairil Anwar -biografi

Kehidupan Masa Kecil Chairil Anwar

Chairil Anwar Dilahirkan di Medan, Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes, mantan bupati Kabupaten Indragiri Riau, berasal dari Taeh Baruah, Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Sedangkan ibunya Saleha, berasal dari Situjuh, Limapuluh Kota. Dia masih punya pertalian keluarga dengan Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia.
Chairil masuk sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu masa penjajahan Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama Hindia Belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.
Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastra. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat memengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung memengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.

Kehidupan Masa Remaja Chairil Anwar

Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastera setelah pemuatan tulisannya di “Majalah Nisan” pada tahun 1942, pada saat itu dia baru berusia dua puluh tahun. Hampir semua puisi-puisi yang dia tulis merujuk pada kematian. Chairil ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Puisi-puisinya beredar di atas kertas murah selama masa pendudukan Jepang di Indonesia dan tidak diterbitkan hingga tahun 1945.
Semua tulisannya yang asli, modifikasi, atau yang diduga diciplak dikompilasi dalam tiga buku : Deru Campur Debu (1949); Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949); dan Tiga Menguak Takdir (1950, kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin).

Akhir Hidup Chairil Anwar

Vitalitas puitis Chairil tidak pernah diimbangi kondisi fisiknya, yang bertambah lemah akibat gaya hidupnya yang semrawut. Sebelum dia bisa menginjak usia dua puluh tujuh tahun, dia sudah kena sejumlah penyakit. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC Dia dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta. Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari zaman ke zaman. Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar.

Karya Tulis Chairil Anwar [Kembali ke daftar isi]

  • Deru Campur Debu (1949)
  • Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949)
  • Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin)
  • “Aku Ini Binatang Jalang: koleksi sajak 1942-1949″, disunting oleh Pamusuk Eneste, kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986)
  • Derai-derai Cemara (1998)
  • Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948), terjemahan karya Andre Gide
  • Kena Gempur (1951), terjemahan karya John Steinbeck

Karya-karya tentang Chairil Anwar

  • Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949, diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan, Kementerian Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta, 1953)
  • Boen S. Oemarjati, “Chairil Anwar: The Poet and his Language” (Den Haag: Martinus Nijhoff, 1972).
  • Abdul Kadir Bakar, “Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar” (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra, Fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin, 1974)
  • S.U.S. Nababan, “A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar” (New York, 1976)
  • Arief Budiman, “Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan” (Jakarta: Pustaka Jaya, 1976)
  • Robin Anne Ross, Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar, Auckland, 1976
  • H.B. Jassin, “Chairil Anwar, pelopor Angkatan ’45, disertai kumpulan hasil tulisannya”, (Jakarta: Gunung Agung, 1983)
  • Husain Junus, “Gaya bahasa Chairil Anwar” (Manado: Universitas Sam Ratulangi, 1984)
  • Rachmat Djoko Pradopo, “Bahasa puisi penyair utama sastra Indonesia modern” (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985)
  • Sjumandjaya, “Aku: berdasarkan perjalanan hidup dan karya penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers, 1987)
  • Pamusuk Eneste, “Mengenal Chairil Anwar” (Jakarta: Obor, 1995)
  • Zaenal Hakim, “Edisi kritis puisi Chairil Anwar” (Jakarta: Dian Rakyat, 1996)

Kesehatan...-Dismenore-

Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi. Disebut dismenore primer jika tidak ditemukan penyebab yang mendasarinya dan dismenore sekunder jika penyebabnya adalah kelainan kandungan.

Penyebab
Dismenore sekunder lebih jarang ditemukan dan terjadi pada 25% wanita yang mengalami dismenore. Penyebab dari dismenore sekunder adalah: endometriosis, fibroid, adenomiosis, peradangan tuba falopii, perlengketan abnormal antara organ di dalam perut, dan pemakaian IUD.

Faktor Risiko
Biasanya dismenore primer timbul pada masa remaja, yaitu sekitar 2-3 tahun setelah menstruasi pertama. Sedangkan dismenore sekunder seringkali mulai timbul pada usia 20 tahun. Faktor lainnya yang bisa memperburuk dismenore adalah:
-rahim yang menghadap ke belakang (retroversi)
-kurang berolah raga
-stres psikis atau stres sosial.

Gejala dan TandaNyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang-timbul atau sebagai nyeri tumpul yang terus menerus ada.
Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Dismenore juga sering disertai oleh sakit kepala, mual, sembelit atau diare dan sering berkemih. Kadang sampai terjadi muntah.

Penatalaksanaan
Pertambahan umur dan kehamilan akan menyebabkan menghilangnya dismenore primer. Hal ini diduga terjadi karena adanya kemunduran saraf rahim akibat penuaan dan hilangnya sebagian saraf pada akhir kehamilan.
Untuk mengurangi rasa nyeri bisa diberikan obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen, naproksen dan asam mefenamat). Obat ini akan sangat efektif jika mulai diminum 2 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan sampai hari 1-2 menstruasi.
Selain dengan obat-obatan, rasa nyeri juga bisa dikurangi dengan:
– istirahat yang cukup
– olah raga yang teratur (terutama berjalan)
– pemijatan
– yoga
– orgasme pada aktivitas seksual
– kompres hangat di daerah perut.
Untuk mengatasi mual dan muntah bisa diberikan obat anti mual, tetapi mual dan muntah biasanya menghilang jika kramnya telah teratasi.
Gejala juga bisa dikurangi dengan istirahat yang cukup serta olah raga secara teratur. Jika nyeri terus dirasakan dan mengganggu kegiatan sehari-hari, maka diberikan pil KB dosis rendah yang mengandung estrogen dan progesteron atau diberikan medroksiprogesteron.
Pemberian kedua obat tersebut dimaksudkan untuk mencegah ovulasi (pelepasan sel telur) dan mengurangi pembentukan prostaglandin, yang selanjutnya akan mengurangi beratnya dismenore. Jika obat ini juga tidak efektif, maka dilakukan pemeriksaan tambahan (misalnya laparoskopi).
Jika dismenore sangat berat bisa dilakukan ablasio endometrium, yaitu suatu prosedur dimana lapisan rahim dibakar atau diuapkan dengan alat pemanas.
Pengobatan untuk dismenore sekunder tergantung kepada penyebabnya.

Jumat, 11 November 2011

.tenggelam dalam rapuh.

saat ini. saat kemarin. saat lalu. berujung pada waktu yang berputar. kejam. itu penilaian ku terhadap waktu. berjalan, berputar begitu saja tanpa mempedulikan siapa. dia bisa memberikan kebahagian dan bisa pula merampas kebahagiaan dengan cepat. tidak ada yang bisa menyalahkannya. hanya saja kita sering menyepelekannya. telah berapa detik waktu yang terbuang sia-sia. entahlah. aku tak pernah memikirkannya. terkadang menyesali apa yangg telah waktu berikan. terkadang pula kurang mensyukuri apa yang telah ada.


sadar. tidak ada manusia yang sempurna. salah dan khilaf. sifat manusia yang hakiki. begitu pun dengan ku. kesalahan sering terjadi. salah dalam perbuatan, perkataan hingga perasaan. melakukan kebaikan, belum tentu baik untuk orang lain. berkata benar, belum tentu benar untuk orang lain.

perasaan. mengapa aku tercipta dengan perasaan. karena itu selalu sulit. sulit mendefinisikan. sulit menafsirkan. perasaan suka, perasaan sedih, perasaan kecewa, perasaan sayang hingga perasaan cinta. telah aku rasakan itu semua dalam hidup ini..........................................

Rabu, 07 September 2011

apalah artinya ???

Kenapa kita menutup mata
ketika kita tidur?
Ketika kita menangis?
Ketika kita membayangkan?
Ketika kita berciuman?
Ini karena hal terindah di dunia TIDAK
TERLIHAT…
Kita semua agak aneh… dan hidup
sendiri juga agak aneh…
Dan ketika kita menemukan seseorang
yang keunikannya SEJALAN dengan
kita..
Kita bergabung dengannya dan jatuh ke
dalam suatu keanehan serupa
yang dinamakan
CINTA..
Ada hal2 yang tidak ingin kita
lepaskan..
Orang2 yang tidak ingin kita
tinggalkan…
Tapi ingatlah…
melepaskan BUKAN akhir
dari dunia,
melainkan awal suatu kehidupan
baru..
Kebahagiaan ada untuk mereka yang
menangis,
mereka yang tersakiti,
mereka yang telah
mencari…
dan mereka yang telah
mencoba..
Karena MEREKALAH yang bisa
menghargai
betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.
CINTA yang AGUNG?
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan
MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu
dan kamu MASIH menunggunya
dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum
sambil berkata: “Aku
turut berbahagia untukmu”
Apabila cinta tidak berhasil…
BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan
sayapnya dan terbang ke alam
bebas LAGI..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin
menemukan cinta dan
kehilangannya..
Tapi..ketika cinta itu mati..
kamu TIDAK perlu mati
bersamanya…
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..
MELAINKAN mereka yang tetap
tegar ketika mereka
jatuh.
Entah bagaimana…dalam
perjalanan kehidupan,
kamu belajar tentang dirimu sendiri..
dan menyadari bahwa penyesalan
tidak seharusnya ada.
HANYALAH penghargaan abadi
atas pilihan2 kehidupan
yang telah kau buat.
TEMAN SEJATI…Mengerti ketika kamu berkata ‘Aku lupa..’
Menunggu selamanya ketika
kamu berkata’Tunggu
sebentar’
Tetap tinggal ketika kamu
berkata: “Tinggalkan aku sendiri”
Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata: “Bolehkah saya masuk?”
MENCINTAI…
BUKANlah bagaimana kamu melupakan..melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN..
BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan.. melainkan bagaimana kamu MENGERTI..
BUKANlah apa yang kamu lihat..melainkan apa yang kamu RASAKAN..
BUKANlah bagaimana kamu melepaskan..melainkan bagaimana kamu BERTAHAN..
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati…
dibandingkan menangis tersedu2..
Air mata yang keluar dapat dihapus..
sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah
hilang..
Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang..
Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah,
kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang..
LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri..
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang.
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita,
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila
kita melepaskannya.
Apabila kamu benar2 mencintai seseorang, jangan lepaskan dia..
jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar2 mencintai MELAINKAN
BERJUANGLAH demi cintamu.
Itulah CINTA SEJATI.
Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang
‘yang tersedia’
Lebih baik menunggu orang yang kamucintai DARIPADA orang yang berada
disekelilingmu
Lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup ini terlalu singkat untuk
dibuang hanya dengan ’seseorang’
Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu
dan kadang kala,
teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta
yang tidak kamu sadari.
And now find Ur Love ……….

Minggu, 28 Agustus 2011

impian bertabur harapan



apa kalian tahu, sebutan untuk kota Jakarta ? kalau bandung adalah kota kembang. bogor adalah kota hujan. surabaya adalah kota pahlawan. kalau Jakarta ? Metropolitan !. yaa. kota Metropolitan. kota yang merupakan ibu kota negara. semua aktifitas pemerintahan berpusat di sini. dari istana negara. gedung mpr / dpr. hingga gedung-gedung milik perusahaan, baik negeri maupun swasta.
jakarta terkenal dengan kota yang semrawut. itu menurut saya loh. hehe. karena bisa kita lihat, kemacetan dari zaman dahoeloe hingga zaman sekarang masih mewarnai jalan ibukota. panas, polusi, debu, bising itu yang kita rasakan. saya ragu kalau di Jakarta ini masih ada daerah yang ramah lingkungan. kalau pun ada, mungkin saya yang belum menemukan tempat tersebut. tinggal di kota besar seperti ini adalah dambaan semua orang. orang dari desa merantau ke jakarta untuk mengadu nasib. mereka rela meninggalkan anak dan istrinya di desa untuk mencari pekerjaan di sini demi menyambung kehidupan. tak jarang dari mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan kembali ke desa. tapi banyak juga diantara mereka yang mendapatkan pekerjaan yang layak. oleh karena itu Jakarta yang sudah padat penduduknya semakin padat dengan kedatang-kedatangan kaum urbanis.
stetiap harinya harus melawan kemacetan untuk bisa sampai ke kampus. kalau tidak mau kena macet yaa harus lebih awal. tapi tau sendiri anak Jakarta zaman sekarang. susah di atur tapi maunya ngatur. :) kalau sudah terkena macet, ingin rasanya menghilang dari sini. membayangkan berada di tempat yang tenang, sejuk, tanpa macet, tanpa polusi, dan bisa melihat mentari terbit. namun lamunan ku cepat buyar karena harus berdesak-desakkan dengan penumpang metromini yang lainnya. tapi saya bersyukur tinggal di sini. karena semua yang kita jalankan adalah nikmat-Nya. 
merasakan udara sejuk,  menikmati panorama nan indah dan berkumpul bersama sanak saudara  hanya bisa dilakuakan satu tahun sekali. momentnya pas lebaran. yups. MUDIK. suasana desa nan permai dengan masih terdengar suara burung berkicau menemani dang mentari keluar dari peraduannya, harum embun ketika pagi dan nyanyian dedauanan yang tergesek oleh angin. sungguh hal yang tak bisa dirasakan di kota besar seperti Jakarta. terlihat juga gunung menjulang dengan menunjukkan kekokohannya serta hamparan sawah keemasan karena musim panen telah tiba. sering sekali berharap dalam mimpi, suatu saat kota Jakarta akan seperti itu. tanpa macet, tanpa polusi, tanpa bising, tanpa asap-asap pabrik dan tanpa gedung-gedung tinggi, pencakar langit. suatu hal yang mustahil yang dapat disimpulkan. sudah menjadi takdir dari-Nya akan suasana Jakarta seperti itu.
harapan da mimpi tak pernah lepas dari kehidupan manusia. mimpi akan menjadi orang sukses dengan yang dicita-citakan serta harapan dapat membahagiakan kedua orang tua. mimpi akan kota jakarta akan seperti desa sungguhlah sulit. karena masing-masing sudah mempunyai kodratnya. mumpung berada di tempat yang indah ini, akan ku habiskan waktu untuk melepaskan kepenatan yang ku bawa dari kota kelahiranku. mendaki gunung dengan memetik hasil kebun sendiri, berjalan di pematang sawah dengan membantu nenek memetik benih-benih padi yang sudah berwarna kuning keemasan. melihat sungai dengan meikmati alunan suara air yang mengalir. dan menghirup udara segar yang bertabur wangi embun, serta tak lupa menikmati pemandangan mentari yang hendak muncul dan tenggelam di ufuk barat. suatu saat aku pasti kembali ke desa nan permai dan tak lupa berharap tidak ada perubahan di sana. serta kembali ke ibukota untuk menjalani aktivitas shari-hari dan tak lupa bermimpi dengan harapan kota ku nan ramai dapat lebih tertata rapi.
itulah antara kota dengan desa. serupa tapi tak sama. dan banyak impian bertabur harapan bagi manusia yang hidup di dalamnya....




-end-

Selasa, 26 Juli 2011

T E N S E S

There are 16 tenses.

1. Present Tenses
     - simple present tense
     - Present Continuous tense
     - Present Perfect tense
     - Present Perfect Continuous tense
2. Past Tenses
    - Simple Past tense
    - Past Continuous tense
    - Past Perfect Tense
    - Past Perfect Continuous tense


3. (Present) Future Tenses
    - (Present) Simple Future tense
    - (Present) Future Continuous tense
    - (Present) Future Perfect tense
    - (Present) Future Perfect Continuous Tense

4. Conditional / Past Future Tense
    - (Simple) Conditional / Past Future tense
    - Conditional / Past Future Continuous tense
    - Conditional / Past Future Perfect tense
    - Conditional / Past Future Perfect Continuous tense

Sabtu, 11 Juni 2011

cinta dua dunia

tinggal di sebuah kota besar seperti di Jakarta adalah dambaan dari setiap orang. orang yang tinggal di desa banyak datang ke sini hanya untuk mengadu nasib di ibu kota. dengan modal yang tak seberapa mereka rela datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. upah tak menjadi masalah yang penting mereka bisa makan. tetapi tidak dengan Ara. gadis berusia sembilan belas tahun yang memang sejak lahir sudah tinggal di ibo kota negara ini, Jakarta. selepas lulus sekolah menengah atas, ia berniat untuk melanjutkan study ke daerah yangg tidak sebising kota Jakarta. suasana yang sunyi, hening, sejuk, tenang dan indah dengan panorama alamnya. tapi niatnya tak terlaksana. karena ia tidak mendapat izin dari kedua orang tuanya. yaa apa boleh buat.

singkat cerita, ia masuk ke sebuah universitas swasta di Jakarta. awalnya ia tidak merasa nyaman karena suasana baru membuat perasaannya aneh. gedung yang menjulang tinggi hingga mencapai sembilan lantai terkesan mistis. di tambah lagi dengan halaman yang kurang terawat dengan dua pohon asem besar di tengahnya semakin Ara merasakan bulu kuduknya kian berdiri. tetapi bagi ia tidak menjadi masalah. karena ia bisa di bilang sudah terbiasa akan hal-hal yang berbau mistis.

hari demi hari hingga tahun berganti. Ara tidak merasa asing lagi dengan kampus tempatnya belajar. seiringnya waktu, Ara terlibat kasih dengan seorang senior di kampusnya. perianng dan ceria itulah sifat yang di sukai sahabat-sahabatnya. namun di samping itu ia agak tertutup dan tak banyak bicara saat masalah menghampirinya. hingga kedekatannya dengan seniornya tersebut, ia pun tak pernah cerita ke sahabatnya. hingga suatu saat ia memberanikan dirinya mencaritakan kedekatannya dengan senior itu. Arul. itu namanya. saat sahabatnya cerita, ada salah satu yang tak percaya dengan ceritanya. karena ia yakin kalau Arul itu sudah tidak berada di kampus ini. bukan karena pindah atau di DO melainkan ia sudah meninggal. mendengar perkataan Nisa yang mengatakan hal tersebut, Ara menjadi sedikit agak kesal. ia pun bertekad untuk memperkenalkan Arul kepada sahabat-sahabatnya esokk hari.

keesokan harinya, di taman kampus sahabat-sahabat Ara sedang bersenda gurau seperti biasanya. Ara datang dengan Arul.
"hai guys. hai nis. nihh kenalin Arul".
seketika nisa dan sahabat Ara yang lainnya terkejut mendengar perkataan Ara. karena yang mereka lihat adalah Ara datang sendiri. tanpa seorangpun di sampingnya.
"ihhh. lu semua ngaco yaa. ! jangan bercanda ahh.. nih gue dateng sama Arul. yang waktu itu gue ceritain ke  lo semua".
nisa berusaha menenangkan Ara.
"ra. kan udah gue bilang. senior yang namanya Arul itu udah meninggal setahun yang lalu karena sakit liver yang di deritanya. kita bukannya ga percaya tapi kita nganggep lu tuh aneh. masa sih lu temenan ssaaammmaaaa..... SETAN ?!"
seketika Ara yang mendengarkan perkataan nisa menangis menahan rasa sakit hatinya atas perkataan terhadapnya. Arul yang masih berdiri tegak di samping Ara tetap diam. karena Ara ga kuat maka ia lari sekencang mungkin menuju tempat pertama kali iya bertemu dengan Arul.

lantai teratas gedung ini. lantai sembilan. tempat pertama kali ia bertemu dengan arul. saat itu ia sedang sedih. dan arul datang untuk menghiburnya. saat sedang melamun, tiba-tiba arul ada di sampingnya. ara cepat-cepat menghapus air matanya dan arul mulai berkata "apa yang dikatakan nisa itu memang benar. kita ini berbeda alam. aku sudah tak ada. jasad ku sudah terkubur. roh ku masih bergentayangan untuk mencari apa arti cinta yang tulus. dan kini aku mungkin sudah merasa tenang. karena apa yang aku mau sudah tercapai. kamu memberikan aku cinta yang tulus. tetapi kita tak bisa memiliki karenna alam kita berbeda. terima kasih ara. sekarang aku bisa tenang di alam ku. hapus air matamu hingga kau dapat melupakan ku. berikan senyuman kebahagian untuk orang-orang yang kamu sayang. selamat tinggal ra".

ara hanya bisaa termenung dan menangis menjadijadi. ia berulang kali berfikir, ternyata orang yang selama ini ia sayangi dan ia cintai berbeda alam dengannya. ia memandang lurus ke bawah gedung yang sangat curam. tak sadar ia melangkahkan kakinya hingga tubuhhnya remuk dengan sekujur tubuh penuh dengan darah. semenjak kejadian tersebut, mahasiswi yang bernama Tamara Rosiana, jurusan Fakultas Sains ini tak terlihat lagi. tak ada lagi sosok tubuhnya yang kecil mungil. tak ada lagi tawa dan candanya. semua hanya tinggal kenangan yang mungkin kita pernah mengenalnya. apabila di antara kalian bertemu dengannya, jangan sekali-kali menangis di hadapannya.