Entri Populer

Sabtu, 25 Januari 2014

#celoteh

Intropeksi

cahaya lampu-lampu kota masih kokoh menerangi tempat persinggahan
irama klakson-klakson kendaraan mengiringi setiap langkah
udara pun sangat setia pada jiwa
yang terlampau dalam imajinasi
hingga bungkam
mamandang wajah dalam cermin retak
01:28 110513

Kenangan

ku dapati bisikan daun yang menyatu dalam sunyi
belaiannya masih bisa ku rasakan
tergores rintik bersama cahaya putih
di bawahnya aku tidak dapat merasa
dan aku ingin
suatu hari ia pasti akan menyapa
01:22 080513

Pak Tua

kau tidak mengeluh, meski tak beralas kaki
kau tidak mengeluh
meski harus terbakar matahari
dan kau pun tidak menyeka keringat yang membendung
namun terdengar isu yang tersibak
diantara udara yang usil
tentang rintihan
tentang jeritan
dan mengaduh
itu kau!
yang bersendagurau pada dinding bilik bambu
yang tersenyum pada atap alang-alang
23:42 130513

Celoteh #1

dan kembali pada dewi malam
yang merangkul sang raja
pada lembah kenistaan ku berada dalam selimut rindu
sementara lupa untuk pelangi mu
22:17 130513

Celoteh #2

cerah yang kau miliki
tak dapat membendung segala kekhawatiran
apakah langit masih dengan birunya
awan setia pada putihnya
serta jingga dalam senja
kau dalam seru deru nyanyian alam
peluklah jiwa yang sepi
13:35 110513

Celoteh #3

itukah cara hujan
untuk mewakili setiap kesedihan
entah kapan terakhir waktu
mendapatkan kebahagiaan ditengah deras mu
agar kau tahu (mungkin)
#inmyimagine
00:47 110513

Celoteh #4

pelangiku sudah lama
mendusta
sering kali rintik mengibaskan
dibenak ku tanpa lembayung
atau pun kau
060513

P.E.K.A

kata orang pelangi memiliki tujuh warna yang indah
jika satu warna tidak ada di dalamnya
apakah masih bisa dikatakan
bila itu adalah sebuah pelangi
mungkin jika orang itu memang egois
dan mengatakan bahwa itu adalah pelangi
dan aku tidak mengatakan itu
jika pelangi
kehilangan satu warna sekali pun
01:36 150513

Menatap

tik tok arloji
meruap, memecah sepi
masih saja kepada waktu
yang menentukan dan mensiasati
dalam setiap ilusi
berimaji dengan sesuka hati
entah...
apa aku terlalu banyak berharap
atau mimpi-mimpi yang ku buat sendiri
agar bisa menatap cakrawala
di senja di atas bukit
menikmati belaian di setiap peluh
sampai mata tertutup
dan waktu mu menjawab ku

Aku BERHARAP

pada sebuah kepercayaan
aku berharap
pada sebuah kerinduan
aku berharap
pada sebuah keharmonisan
aku berharap
pada sebuah pertengkaran
aku berharap
pada sebuah cinta kasih
aku berharap
N A M U N
pada sebuah masa depan
kita berharap

Menunggu

lajunya seperti biasa
yaa empat puluh kilometer per jam
dari rumah menuju tempat tujuan
ku berpikir
aku akan singgah dulu
menghabiskan sebatang rokok
sambil menunggu kabar dari mu
entah...
apa yang diinginkan langit
yang selalu meratap sepi sedih
yaa.. mungkin saja memang sedang waktunya
menunggu
sampai hujan reda
15:18 180114

FokuS

1 2 3 4 5 6 7 8 ...
akh ! aku lupa!
selanjutnya?
4 5 6 7 8 9 10 11 ...
berhenti! aku lupa!
selanjutnya?
... ... .... .... .... .... ... ... .... .... .... .... ....
kok malah tak ada angka?
kosong?
tidak!
nol?
tidak!
lalu?
buyar! fokus!
argh!
diam!
15:47 190114

Ocehan

tik
tik tik
tik tik tik
tik tik tik tik
tik tik tik tik tik
tik tik tik tik tik tik
tik tik tik tik tik tik tik
tik tik tik tik tik tik tik tik
tik tik tik tik tik tik tik tik tik
tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik
tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik tik
pelan pak
pelan pelan bu
pelan mas
pelan pelan mbak
woy! pean pelan, anjing!
genangan airnya nyiprat, setan alas!
bangke! brengsek! bangsat! basah!
15:51 190114